Breaking News

Bukan Sekadar Konten, PMI Bali Tanam 3.000 Benih Pohon di Hutan Gelar Lewat Metode Katapel


Aksi nyata dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali melalui kegiatan penanaman 3.000 benih pohon di Hutan Gelar, Desa Batuagung, Kab. Jembrana. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan PMI Kabupaten Jembrana yang didukung oleh WeSpeakUp.org dan Sahabat PMI Bali dengan tajuk Ecorise: Denyut Sungai, Denyut Kehidupan.

Proyek Ecorise kali ini cukup spesial, karena penanaman ini menggunakan metode katapel. Metode ini diilih karena mengambil referensi dari beberapa wilayah yang memiliki medan yang sulit, sama seperti di Hutan Gelar. Di sisi lain juga ini bertujuan untuk memperkaya vegetasi hutan agar kembali rimbun dan produktif dengan menambah banyak varian tanaman sehingga bermanfaat bagi manusia dan hewan. Jenis yang ditanam pada kegiatan ini adalah varietas buah produktif, seperti durian, boni, nangka dan lain-lain dengan total keseluruhan sebanyak 3.000 benih.

Aksi ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Tercatat lebih dari 50 orang ikut dalam kegiatan ini, melebihi target yang telah ditetapkan di awal. Para peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari unsur PMI, masyarakat lokal, kelompok komunitas, kelompok di masyarakat, hingga perangkat pemerintahan dinas dan adat. Tak hanya dari Jembrana, peserta juga datang dari Kabupaten lain seperti Buleleng dan Kota Denpasar.

Salah satu peserta yang berasal dari Denpasar I Gusti Ayu Andani Pertiwi mengatakan bahwa ia sangat senang dan menikmati acara ini. Ia merasa perjalanannya dari Denpasar terbayarkan dengan pengalaman dan relasi berharga yang ia dapatkan di Jembrana.

"Jalur kegiatan ini menantang dan worth it lah. Semua saling bahu membahu di dalam hutan. Saya jauh-jauh ke sini, dari Denpasar ke sini, pulang pergi, memang nyari hutan sih, karena kan ya di Denpasar enggak ada", ungkap Andani di akhir kegiatan.

Koordinator program Ecorise sekaligus Staf Relawan PMI Provinsi Bali Putu Yunia Andriyani, S.Ikom menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan dalam langkah konkret.

"Ini adalah aksi nyata, bukan sekadar konten. Melalui poryek Ecorise, selain bisa mengenal Hutan Gelar, kami ingin mengingatkan kembali tanggung jawab manusia atas keberlangsungan alam. Kami berharap 3.000 benih yang kami tebar hari ini dapat tumbuh menjadi paru-paru baru bagi hutan Bali dan menjaga denyut kehidupan bagi generasi mendatang," ujar koordinator kegiatan di akhir acara.

Harapannya, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk memperkenalkan hutan-hutan yang ada di Bai termasuk kondisinya saat ini. Selain itu ini juga bisa menjadi pemantik bagi komunitas lain untuk terus melakukan inovasi dalam upaya menjaga keberlangsungan hutan dan ekosistem di sekitar, khususnya wilayah Bali.



Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close