Klungkung - Cuaca ekstrem yang
melanda Kabupaten Klungkung pada Sabtu, 14 Februari 2026, sekitar pukul 10.00
Wita hingga kurang lebih pukul 11.00 Wita, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang
di beberapa titik wilayah terdampak. Hujan deras yang disertai angin kencang
menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan warga.
Salah satu dampak kerusakan
terjadi pada rumah milik Bapak Dewa Ngakan Ketut Tiles (67 tahun) yang
beralamat di Banjar Pagutan, Dusun Penarukan, Desa Bumbungan, Kecamatan
Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Pada saat kejadian berlangsung, sebuah pohon
tumbang dan menimpa bagian dapur rumah korban, sehingga menyebabkan kerusakan
cukup signifikan pada bangunan tersebut.
Menindaklanjuti kejadian
tersebut, staf PMI Kabupaten Klungkung segera melakukan assessment pada Minggu,
15 Februari 2026, guna mengidentifikasi kebutuhan mendesak korban terdampak.
Berdasarkan hasil assessment, keluarga korban membutuhkan dukungan logistik
untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar pascakejadian.
Sebagai bentuk kepedulian dan
respon cepat kemanusiaan, pada hari Senin, 16 Februari 2026, PMI Kabupaten
Klungkung menyalurkan bantuan berupa 1 paket sembako, 1 paket family kit, dan 1
lembar terpal untuk membantu kebutuhan darurat keluarga terdampak. Bantuan
tersebut diserahkan langsung oleh Pengurus PMI Kabupaten Klungkung, Ngakan Made
Nata, yang didampingi oleh staf markas serta perangkat desa setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Ngakan
Made Nata menyampaikan bahwa kehadiran PMI bukan semata-mata tentang besar
kecilnya bantuan yang diberikan, melainkan sebagai wujud kepedulian, empati,
dan solidaritas kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. PMI Kabupaten
Klungkung berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan pelayanan kemanusiaan
bagi masyarakat yang membutuhkan.
PMI Kabupaten Klungkung juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan rutin memantau informasi prakiraan cuaca dari instansi resmi, memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang di sekitar rumah, memperkuat bagian bangunan yang rentan, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang. Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat diharapkan segera melapor kepada aparat desa atau pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Diharapkan, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascabencana, serta meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. (PA)



Social Footer