
Denpasar – Rabu, 11 Maret 2026 PMI Provinsi Bali kembali menerima kunjungan belajar dari Perguruan Tinggi Keperawatan Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross College of Nursing). Dalam kunjungan ini, PMI berkesempatan untuk berbagi praktik baik dalam merespon banjir yang terjadi di wilayah Bali, khususnya pada periode 2025—2026.
Dalam kunjungan ini PMI memaparkan secara lengkap tahapan penanganan bencana, mulai dari proses penerimaan informasi hingga jenis layanan yang diberikan kepada masyarakat terdampak.
Sub. Divisi Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Bali, Putu Andi Wahyudiatmika, S.M, menyampaikan tahapan kerja PMI dalam merespon bencana. Proses tersebut diawali dengan menerima laporan atau permintaan bantuan dari masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama stakeholder terkait untuk melakukan validasi informasi. Setelah itu, PMI menerjunkan personel dan armada ke lokasi bencana guna memberikan respon yang cepat dan tepat.
Adapun jenis pelayanan yang diberikan PMI meliputi evakuasi warga terdampak, assessment atau pendataan, pelayanan kesehatan, air dan sanitasi, Psychosocial Support Services (PSS), hingga distribusi bantuan kepada warga terdampak.
Banjir yang terjadi pada September 2025 lalu merupakan salah satu banjir terbesar yang melanda wilayah Bali dalam beberapa tahun terakhir. Penanganan bencana tersebut dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak, khususnya pemangku kepentingan dan lintas sektor yang khususnya berada di wilayah Kota Denpasar.
Tak hanya pemaparan materi, dalam sesi ini juga terdapat sesi diskusi antara peserta dengan pembawa materi. Dalam sesi ini muncul pembahasan mengenai perbedaan pendekatan kerjasama antar pemangku kepentingan ataupun lintas sektor saat terjadi bencana.
Di Indonesia, ketika terjadi bencana, kolaborasi pemangku kepentingan dan lintas sektor merupakan hal yang lumrah dilakukan. Berbagai pihak biasanya akan bersinergi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Namun peserta dari Palang Merah Jepang menyampaikan bahwa di Jepang, penanganan bencana cenderung dilakukan secara terpisah berdasarkan wilayah kerja masing-masing organisasi atau institusi. Perbedaan pendekatan ini menjadi bahan diskusi yang menarik sekaligus menjadi kesempatan untuk saling belajar mengenai praktik penanganan bencana di kedua negara.
Tak hanya membahas penanganan bencana, kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi PMI Provinsi Bali untuk membagikan pengalamannya dalam memberikan berbagai pelayanan kemausiaan. Materi pelayanan kesehatan pada saat bencana dibawakan oleh dr. Kadek Vera Aryani, S.Ked, sementara materi terkait pelayanan donor darah saat bencana dibawakan oleh I Gusti Ayu Ngurah Wardhani, A.Md.Kes., S.Kes. Melalui pemaparan ini, para peserta diharapkan mendapatkan gambaran mengenai peran PMI dalam memastikan pelayanan kesehatan dan ketersediaan darah tetap berjalan, bahkan dalam situasi darurat sekalipun.
Rombongan yang berjumlah 13 orang tersebut diterima langsung oleh Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi didampingi oleh Kepala Markas. Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan PMI Center Provinsi Bali. Dalam kesempatan ini turut hadir pula staf markas terkait serta pegawai Unit Donor Darah (UDD) yang ikut menyambut dan mendampingi jalannya kegiatan.
Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Vidi SM Simanjuntak, S.E. mengatakan bahwa PMI Provinsi Bali menyambut baik kunjungan ini. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terjalin pertukaran informasi dan sudut pandang, khususnya terkait kegiatan kebencanaan dan kesehatan yang selama ini telah dilakukan oleh PMI Provinsi Bali.
“Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan yang baik untuk saling berbagi informasi dan pengalaman, khususnya terkait kebencanaan dan kesehatan. Kami juga berharap nantinya para mahasiswa mendapatkan gambaran tentang peran PMI dalam pelayanan kemanusiaan,” kata Vidi.
Sebelum kunjungan berakhir, rombongan diajak berkeliling area PMI Center Provinsi Bali. Kunjungan meliputi gudang sementara, ruangan posko, gedung UDD PMI dan berakhir di koperasi PMI. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi rombongan untuk melihat langsung fasilitas serta operasional yang mendukung kegiatan kemanusiaan PMI.
Kunjungan ini menegaskan peran strategis PMI Bali sebagai rujukan pembelajaran bagi institusi kemanusiaan mancanegara dalam menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi.


Social Footer