BALI.SATUSUARA.CO.ID
Denpasar
– Sabtu, 07 Juli 2026 melalui dukungan dari SIAP SIAGA PMI, BPBD Provinsi Bali
menyelenggarakan Pembekalan dan Pembentukan Kelompok Kerja (POKJA) Aksi
Merespon Peringatan Dini (AMPD) Provinsi Bali di Four Star By Trans Hotel.
Kegiatan
ini melibatkan sekitar 50 orang yang terdiri dari perwakilan masing-masing
instansi, seperti PMI Pusat, Australian Red Cross, AMPD Nasional, PMI Provinsi
Bali, BPBD Provinsi Bali hingga lintas sektor terkait.
Kegiatan
dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi
Bali Ida Bagus Gede Widnyana Putra, S.Kom., M.T. Dalam sambutannya beliau
mengatakan bahwa Bali, walaupun pulau kecil tetapi tetap memiliki risiko
bencana yang tinggi. Terlebih lagi Bali merupakan destinasi wisatawan
mancanegara yang memiliki mobilitas manusia yang tinggi. Maka dari itu, dibutuhkan
pengelolaan yang kompleks, bagaimana agar informasi peringatan dini dapat
diterima dan direspon dengan baik dan tepat.
“Teknologi
saat ini sudah semakin berkembang, informasi peringatan dini juga mudah
disampaikan kepada masyarakat. Tetapi diperlukan juga aksi merespon peringatan
dini secara tepat oleh masyarakat. Dengan adanya AMPD ini bertujuan agar informasi
peringatan dini dapat direspon dengan baik dan cepat oleh stakeholder ataupun
masyarakat,” ujarnya.
Sementara
itu, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Bali H. Agus Bambang Priyanto
S.H menyampaikan dalam sambutannya bahwa saat ini kami, sesuai arahan dari PMI
Pusat tengah bersiap untuk menghadapi musim kekeringan. Di Bali, terdapat 3 wilayah
yang memiliki potensi dampak kekeringan, diantaranya Jembrana, Karangasem dan Buleleng.
Maka dengan adanya potensi ini, ke depan sistem peringatan dini tidak hanya
berhenti pada penyampaian informasi saja, melainkan juga dapat ditindaklanjuti dengan
aksi yang sesuai.
Diharapkan
dengan adanya POKJA AMPD ini dapat menjadi wadah koordinasi, komunikasi dan
aksi cepat dalam menindaklanjuti informasi peringatan dini secara tepat waktu
dan efektif baik bagi pemangku kepentingan maupun masyarakat. (RIS)




Social Footer