Breaking News

Simulasi Bencana Jadi Puncak Pelatihan Agen SPAB di SDN 1 Buahan dan Terunyan

 


BALI.SATUSUARA.CO.ID
Bangli – Jumat, 10 Juli 2026 PMI Provinsi Bali bersama PMI Kabupaten Bangli telah sukses menyelenggarakan Pelatihan Agen Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SD Negeri 1 Buahan dan SD Negeri 1 Trunyan, Kabupaten Bangli. Puncak dari pelatihan ini adalah simulasi kesiapsiagaan bencana tanah longsor yang diikuti oleh warga sekolah. 

Pelatihan ini diikuti oleh masing-masing sebanyak 25 peserta di SD Negeri 1 Trunyan dan 28 peserta di SD Negeri 1 Buahan. Jumlah tersebut terdiri dari para siswa, guru, perwakilan komite sekolah, perwakilan perangkat desa hingga masyarakat sekitar. 


Pelatihan Agen SPAB ini merupakan yang pertama bagi kedua sekolah. Mengingat kedua sekolah tersebut memiliki potensi risiko bencana yang cukup tinggi, maka dirasa perlu untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan bencana bagi warga sekolah. Kepala Sekolah SD Negeri 1 Buahan Ni Ketut Sriniasih menyampaikan bahwa beliau sangat bersyukur bahwa PMI menyelenggarakan pelatihan ini di sekolahnya. 

“Melalui kegiatan ini, kami belajar banyak hal esensial, mulai dari penyusunan Surat Keputusan (SK) Tim Siaga Bencana hingga perencanaan jalur evakuasi yang matang. Kami merasa sangat terbantu,” tambahnya. 

Sementara itu Kepala Markas PMI Kabupaten Bangli I Kadek Ardip mengungkapkan bahwa pelatihan ini memiliki cerita tersendiri bagi mereka di PMI Kabupaten Bangli. Karena ini merupakan pertama kalinya PMI membentuk dan mendampingi SPAB dari awal hingga akhir secara mandiri. Tentu ke depan ini akan menjadi model percontohan pelatihan SPAB untuk seluruh Bali.

Selanjutnya, PMI Kabupaten Bangli yang didukung oleh PMI Provinsi Bali, PMI Pusat, Palang Merah Australia melalui program SIAP SIAGA akan melanjutkan kesiapsiagaan bencana ini ke tingkat desa melalui Pelatihan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT). Diharapkan ini dapat menjadi jembatan antara sekolah dengan masyarakat agar mereka bisa bersinergi dalam menanggulangi bencana di wilayahnya. 

Melalui pelatihan ini membuktikan bahwa untuk menjadi selamat, sekolah tidak perlu menunggu fasilitas menjadi sempurna, melainkan dimulai dari keinginan untuk belajar dan saling berkoordinasi. (yun)


Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close