Breaking News

PMI Bali Terus Bergerak Respon Kekeringan, 385 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan

 


BALI.SATUSUARA.CO.ID
Bali - Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Bali menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat. Melalui podcast online bertema “PMI dalam Merespons Kekeringan di Bali”, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali membahas kondisi kekeringan sekaligus berbagai upaya pelayanan yang dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih.

Sejak pertengahan Juli 2026, PMI Bali bersama PMI kabupaten/kota terus bergerak menyalurkan air bersih ke wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. Hingga akhir Agustus, sebanyak 385 ribu liter air bersih telah disalurkan yang meliputi wilayah terdampak di Kabupaten Jembrana, Buleleng dan Karangasem. 


Bantuan diberikan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Kondisi kekeringan juga berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, kenaikan harga pangan, hingga kondisi ekonomi. Karena itu, PMI juga menyoroti pentingnya mencari solusi jangka panjang. Pemanfaatan sumber air yang tersedia, pembangunan penampungan, serta pipanisasi menjadi beberapa upaya yang dapat membantu masyarakat memperoleh akses air secara lebih berkelanjutan, sehingga pelayanan distribusi air tidak menjadi satu-satunya solusi setiap kali musim kemarau tiba.

Di sisi lain, pelayanan di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk akses menuju lokasi yang sulit serta kebutuhan operasional kendaraan tangki air. Kondisi tersebut mendorong PMI untuk terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar dukungan terhadap pelayanan kemanusiaan dapat semakin kuat.

Menurut Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Pengurus PMI Provinsi Bali Bapak Haji Agus Bambang P, SH., selalu narasumber Dialog Online menyampaikan bahwa kondisi kekeringan perlu menjadi perhatian bersama karena air merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan. “Air adalah sumber kehidupan. Mari kita gunakan dengan bijak, terus mencermati perkembangannya, dan berdoa agar kondisi ini segera teratasi,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, narasumber lainnya yakni Kepala Markas PMI Kabupaten Buleleng Bapak Made Pasek Yasa, S.Sos juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam respon kekeringan di Bali seperti menjadi donatur sehingga pelayanan distribusi air bersih PMI dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. 

Selain distribusi air bersih, dalam respon kekeringan PMI juga melaksanakan kegiatan Promosi Keberhasilan dan Kesehatan berkenaan dengan bijak dalam penggunaan air serta perilaku hidup bersih sehat lainnya. PMI akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyesuaikan pelayanan berdasarkan kebutuhan masyarakat.PMI Bali berkomitmen untuk terus bergerak memberikan pelayanan dan membangun kolaborasi, karena di balik setiap tetes air yang disalurkan, ada kehidupan yang harus terus dijaga. (NesPMIBali)


Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close