BALI.SATUSUARA.CO.ID
DENPASAR, 19 Agustus
2026
– Di tengah riuh rendah dunia digital dan pola hidup modern yang cenderung
serba dari rumah, sebuah pertanyaan sederhana namun mendalam melayang di udara
studio LPP RRI Pro 2 Denpasar pada Rabu (19/8) pagi: Haruskah kita memiliki
seragam atau label resmi terlebih dahulu untuk tergerak mengulurkan tangan bagi
sesama?
Bagi Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, jawabannya tegas: Tidak.
Dalam program siaran udara RRI Denpasar bertajuk “Menolong Itu Tidak Menunggu Jadi Relawan”, Putu Yunia Andriyani, Staf Sub Divisi Relawan & Diklat PMI Provinsi Bali, membagikan pandangan mendalam mengenai esensi kemanusiaan. Menurutnya, aksi menolong sejatinya adalah nilai dasar kehidupan yang melampaui sekat organisasi maupun status resmi.
Di masyarakat, kerap
muncul stigma bahwa urusan penanganan bencana, kecelakaan, atau kondisi darurat
hanyalah ranah lembaga tertentu seperti PMI atau BPBD. Pandangan ini tanpa
disadari sering membuat masyarakat awam merasa ragu atau enggan bertindak
karena merasa tak memiliki kapasitas khusus. Padahal, fenomena kepedulian anak
muda saat merespons bencana selalu ada. Salah satunya aksi gotong royong pada
banjir bandang 2025 silam yang membuktikan bahwa empati itu selalu ada.
"Definisi relawan
itu sederhana, seseorang yang menolong secara sukarela tanpa mengharapkan
imbalan. Ini bukan soal label atau afiliasi organisasi. Menolong adalah
tanggung jawab bersama. Kita bisa mulai dari hal terkecil sesuai kapasitas diri
masing-masing," jelas Putu Yunia Andriyani.
Di era informasi saat
ini, kontribusi tidak selalu berarti harus memegang peralatan medis atau
menerjang lokasi bencana. Perempuan muda yang akrab disapa Yunia ini menuturkan
masyarakat awam, khususnya generasi muda, dapat mengambil peran sederhana seperti
menyebarkan informasi terverifikasi dan membantu meluruskan berita hoax
terkait situasi darurat, membantu mengedukasi publik mengenai tautan donasi
resmi dan kebutuhan bantuan darurat, berdosi, dan mendonorkan darah secara
sukarela.
Masyarakat Bali sejak
era kerajaan telah mengenal tradisi menyame braya sebagai kearifan lokal
yang menjunjung tinggi semangat persaudaraan dan gotong royong. Namun,
kebiasaan pasca-pandemi yang serba daring serta kesibukan akademik maupun
pekerjaan tak dipungkiri menjadi tantangan tersendiri dalam merawat empati
langsung di lapangan.
Menanggapi hal ini, PMI
Provinsi Bali memandang bahwa menolong harus kembali ditanamkan sebagai nilai
hidup sejak dini, tumbuh dari niat yang tulus tanpa membedakan gender, usia,
maupun latar belakang.
Sebagai bagian dari
upaya regenerasi semangat kemanusiaan tersebut, PMI Provinsi Bali secara aktif
melibatkan mahasiswa perguruan tinggi untuk terjun langsung merasakan dinamika
lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat. Hal ini dilakukan dengan membuka
kesempatan magang yang pada tahun 2026 diikuti oleh mahasiswa dari Universitas
Udayana dan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia dengan harapan mahasiswa
memiliki pengalaman yang menjadi jembatan untuk memupuk kepekaan sosial mereka
di masa depan.
Kesempatan juga terbuka
untuk masyarakat atau komunitas yang ingin meningkatkan kapasitas diri agar
aksi pertolongannya lebih terarah dan aman. PMI Provinsi Bali memfasilitasi
berbagai ruang belajar seperti kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama,
hingga pelibatan dalam aksi kemanusiaan dalam situasi normal dan darurat.
"Pendaftaran
relawan PMI terbuka lebar untuk siapa saja di kantor PMI kabupaten/kota
se-Bali. Baik Anda seorang profesional seperti wartawan dan tenaga medis,
maupun masyarakat umum dan mahasiswa, kami menyediakan wadah dan pelatihan
bersertifikasi yang disesuaikan dengan latar belakang masing-masing," ujar
Yunia.
Kemanusiaan tidak
pernah menuntut gelar atau seragam khusus. Pada akhirnya, menjadi bermanfaat
bagi sesama adalah tentang niat tulus untuk mengambil langkah pertama. Setiap
tindakan kecil akan menjadi istimewa ketika sudah dilakukan. (yun)
Rekaman siaran ulang
perbincangan interaktif ini dapat disaksikan kembali melalui tayangan ulang
Facebook RRI Pro 2 Denpasar pada tautan: https://www.facebook.com/share/v/1ELNSpBocT/?mibextid=wwXIfr




Social Footer