BALI.SATUSUARA.CO.ID
Denpasar – Respons terhadap
dampak kekeringan terus dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali
dengan memperluas layanan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Pada Rabu (30/9/2026), berdasarkan data Posko PMI Provinsi Bali, distribusi air
bersih mencakup 310.000 liter di Kabupaten Buleleng untuk 20.976 jiwa, 235.000
liter di Kabupaten Jembrana untuk 12.890 jiwa, serta 65.000 liter di Kabupaten
Karangasem untuk 2.234 jiwa.
Layanan distribusi air bersih di
Kabupaten Jembrana, Karangasem, dan Buleleng merupakan bagian dari respons PMI
terhadap kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Bali.
Pelayanan dilakukan dengan melihat kebutuhan masyarakat di lapangan serta
mempertimbangkan pengalaman distribusi air bersih pada tahun sebelumnya. Dalam
pelaksanaannya, PMI juga terus memantau informasi dan prediksi BMKG terkait
potensi kekeringan sebagai bagian dari upaya melihat perkembangan kondisi di
wilayah terdampak.
“Dari pengamatan yang kami
lakukan dan berdasarkan permintaan masyarakat sampai saat ini, pelayanan air
bersih melalui kolaborasi dengan BPBD setempat sudah berjalan maksimal.
Kebutuhan masyarakat yang kami terima juga sudah dapat kami penuhi. Namun, dalam
perkembangannya, terdapat tambahan kabupaten yang turut melaksanakan pelayanan
distribusi air bersih, yaitu Kabupaten Badung, yang baru dimulai pada hari
Senin kemarin. Kami bersama PMI Badung sudah mulai melaksanakan pelayanan
tersebut. Saat ini, PMI Badung sedang melakukan asesmen, khususnya di wilayah
Jimbaran dan daerah-daerah lain yang terdampak kekeringan,” imbuhnya.
Respons terhadap kekeringan masih terus berjalan seiring dengan pemantauan kondisi di lapangan. PMI Provinsi Bali bersama PMI Kabupaten dan pihak terkait akan menyesuaikan pelayanan berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga bantuan air bersih dapat diberikan pada wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. Pemantauan tersebut juga dilakukan untuk melihat perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah, termasuk kemungkinan adanya penambahan lokasi terdampak yang membutuhkan dukungan distribusi air bersih. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, PMI berupaya memastikan pelayanan dapat terus berjalan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan selama kondisi kekeringan berlangsung. (dea/PMIBali)




Social Footer