BALI.SATUSUARA.CO.ID
Badung
— Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali turut mendukung Gerakan Bali
Menanam 1 Juta Pohon melalui kegiatan penanaman sekitar 500 pohon mangrove di
Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung pada Kamis, 8 Oktober
2026. Kegiatan ini merupakan aksi nyata sekaligus bagian dari peringatan Bulan
Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026 untuk menjaga kelestarian
lingkungan dan memperkuat upaya mitigasi bencana di Bali.
Kegiatan
ini melibatkan perwakilan berbagai organisasi yang tergabung dalam Forum
Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sebagai simbol dimulainya pelaksanaan Gerakan
Bali Menanam. Melalui gerakan ini, seluruh elemen masyarakat didorong untuk
berkontribusi secara aktif dalam menghijaukan pulau Bali melalui penanaman
pohon yang bermanfaat bagi kelestarian alam.
Gerakan
Bali Menanam juga selaras dengan tema nasional Bulan PRB Tahun 2026, yaitu
“Ngariksa Bumi Nusantara”, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk
menjaga bumi. Semangat tersebut diperkuat melalui tema lokal “Bali Era Baru:
Hijau, Tangguh, dan Sejahtera” sebagai upaya mewujudkan Bali yang lestari dan
tangguh dalam menghadapi ancaman bencana.
Ketua
FPRB Provinsi Bali I Putu Sutha Wijaya berharap gerakan ini dapat
disebarluaskan oleh seluruh organisasi yang terlibat agar menjadi aksi bersama
yang berkelanjutan.
“Harapannya,
seluruh organisasi dapat menyebarluaskan Gerakan Bali Menanam kepada anggotanya
dan memasukkannya dalam program kerja tahunan, sehingga kontribusi nyata untuk
mewujudkan Bali yang lebih hijau dapat dilakukan secara masif,” ungkapnya.
Ia
juga mendorong PMI untuk memperluas sosialisasi melalui sekolah binaan dan
kelompok Korps Sukarela (KSR) di perguruan tinggi agar semakin banyak generasi
muda terlibat dalam gerakan tersebut.
Senada
dengan hal tersebut, Staf Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI Provinsi
Bali I Wayan Eka Suarjana menyampaikan ini merupakan salah satu aksi nyata
dalam upaya pengurangan risiko bencana khususnya di wilayah pesisir.
“Kami
berharap penanaman ini diikuti dengan pemeliharaan dan pemantauan secara
berkelanjutan,” ujarnya.
Ke
depan, Gerakan Bali Menanam diharapkan tidak terbatas pada penanaman mangrove,
tetapi juga mencakup berbagai jenis pohon yang memberikan manfaat bagi
kelestarian lingkungan. Dukungan pemerintah, organisasi kemanusiaan, komunitas,
dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam
memperluas dampak gerakan ini.
Melalui
kolaborasi tersebut, PMI Provinsi Bali berharap Gerakan Bali Menanam 1 Juta
Pohon dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Upaya ini
diharapkan mampu memperkuat budaya sadar bencana sekaligus mewujudkan Bali yang
lebih hijau, lestari, tangguh, dan aman bagi masyarakat. (nes/PMIBali)




Social Footer